Anies Baswedan Ajak Mahasiswa Tumbuhkan Leadership

Sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga menjadi sosok yang kerap memotivasi anak muda. Hal ini terlihat melalui sebuah video yang diunggah di akun Twitter miliknya, @aniesbaswedan, pria yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta itu memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa.

Masa kuliah tidak bisa diulang, jadi semasa kuliah kembangkan diri Anda,” ujarnya.

Anies mengungkapkan pengembangan diri dilakukan pada intelektual dan leadership. IPK yang tinggi belum tentu menjadi jaminan mahasiswa meraih kesuksesan dan cita-cita.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menegaskan bahwa yang menentukan berhasil atau tidaknya kandidat adalah kemampuan komunikasi, berpikir analitis, dan kemampuan mengelola masalah. Sebagai generasi muda harus mulai melakukan ‘action’ dan membangun leadership.

Advertisements

3 Hal Inilah yang Diajarkan Sandiaga Kepada Anaknya

Orang tua memiliki kewajiban dalam mendukung, memfasilitasi dan memenuhi pendidikan anak. Akan tetapi, sebelum anak menempuh pendidikan tersebut orang tua harus paham terlebih dahulu tentang pendidikan tersebut dan memberikan pemahaman yang jelas  kepada anak tentang betapa pentingnya pendidikan bagi kehidupan.

Hal ini juga yang dilakukan oleh calon wakil gubernur DKI, Sandiaga Uno. Pria yang awalnya berprofesi sebagai pengusaha ini, merupakan ayah dari 3 orang anak yang juga memiliki prinsip pendidikan yang diterapkan pada anak-anaknya.

Sandiaga tak hanya menerapkan pendidikan formal kepada anak-anaknya tetapi juga pendidikan karakter. Ia menilai pendidikan karakter sangat penting karena selain seorang anak pintar dalam sekolah mereka juga harus mengetahui kaidah dalam bergaul, menjunjung tinggi norma, dan disiplin terhadap komitmen.

Komitmen pada diri sendiri itu penting sebelum kita berkomitmen dengan orang lain. Ini untuk menilai apakah kita bisa konsisten dengan apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan.”, tambah Sandiaga.

Sandiaga Uno Terus Support Perfilman Indonesia

Sandiaga Uno (Foto: Okezone)

Sebagai salah orang yang mencintai seni film Indonesia, Sandiaga Uno berharap perfilman Indonesia juga bisa dicintai masyarakat lebih Indonesia sehingga perfilman Tanah Air bisa terus tumbuh berkembang.

Saya melihat Indonesia ekonomi kreatifnya bertumbuh terus. Syaratnya sebagai insan perfilman, selalu mengangkat agar layar bioskop lebih banyak itu untuk film-film Indonesia. Harus kita beri dorongan support yang kita harapkan agar warga masyarakat cinta film Indonesia,” tutur Bang Sandi.

Sandi berharap agar insan perfilman Indonesia semakin maju dan warga Indonesia pun lebih mencintai film produk buatan Indonesia sendiri.

Sandi juga mengungkapkan film-film Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan, salah satunya seperti film sekelas The Raid dan masih banyak lagi film Indonesia yang berhasil ditembus di Mancanegara.

 

Nur Asia, Wanita Luar Biasa di Samping Sandiaga Uno

TOKOH: Lebih Dekat dengan Nur Asia, Wanita Luar Biasa di Samping Sandiaga Uno

Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022 semakin dekat, Sebagai calon gubernur urutan nomor tiga Pilkada DKI Jakarta, nama Sandiaga Uno pun sudah sangat dikenal warga Jakarta. Begitu juga dengan sosok wanita pendamping Sandiaga yang selalu setia menemaninya di tengah riuhnya suasana Pilkada, Nur Asia, istri dari cawagub urutan nomor tiga Pilkada DKI Jakarta.

Belakangan ini nama Nur Asia mulai dikenal publik, biasa dikenal dengan sapaan Mpok Nur, tidak hanya diam menyaksikan pertarungan sang suami di kancah politik. Ia turut serta memberi dukungan untuk sang suami dan turun menyapa masyarakat Jakarta di berbagai kesempatan.

Hubungan Mpok Nur dan Sandiaga sudah terjalin sejak mereka bersegaram Putih-Biru. Sekitar 13 tahun berpacaran, mereka mantap memutuskan menikah.

Ceritanya lucu, Bang Sandi itu awalnya teman kakak saya yang sering main ke rumah, tetapi saya tidak pernah bertemu, hanya sering diceritakan oleh kakak dan ibu. Katanya temannya ini pintar dan kalau nilainya sekolahnya tidak 10, dia sakit badannya panas,” cetus Nur Asia menceritakan awal pertemuannya dengan Sandi.

Bagi Nur Asia, Sandiaga merupakan sosok yang unik, yang pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. Nur Asia terpikat dengan sosok Sandiaga, seseorang yang memiliki komitmen kuat dan menepati janjinya. Bahkan jauh sebelum Sandiaga mencalonkan diri sebagai cawagub ia setia mendampingi dan mendukung bisnis cinta pertamanya ini.

OK OCE Anies-Sandi Diyakini Tumbuhkan Ekonomi di Pelosok Jakarta

Anies Baswedan. (Foto: Sindonews)

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno, dikenal masyarakat melalui program OK OCE atau One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship.

Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Jakarta dengan pengembangan usaha yang dimiliki oleh warga dan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi.

Tujuan program OK OCE juga diperkenalkan untuk memberitahukan kepada publik dunia bahwa Jakarta sangat pantas untuk menjadi pusat ekonomi, khususnya di Asia Tenggara. Sehingga nantinya DKI bisa menjadi target para pengusaha untuk menanamkan ivestasinya.

Dalam upaya penyelenggaran program tersebut Anies-Sandi melakukan kampanye sambil melakukan jalan santai dengan menyambangi tempat usaha warga seperti stand kerajinan tangan dan limbah kayu di kampung-kampung Jakarta. Warga tampak sangat antusias saat dikunjungi oleh pasangan pilgub nomor 3 ini.

Anies-Sandi pun berencana untuk mengadakan CFD yang nantinya akan digelar di kampung setiap hari Minggu. Hal ini agar warga di seluruh Jakarta agar interaksi lebih hidup. “Car free day ini selain membuat warga bugar, interaksi diantara mereka juga akan hidup,” kata Anies.

Anies – Sandiaga Siapkan Program Rumah Tanpa DP

Ilustrasi Anies Baswedan saat berbincang dengan warga Jakarta (foto: Okezone)

Pasangan cagub nomor urut 3 DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Kelurahan Petojo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (2/4/2017).

Tujuan kunjungan pasangan ini  adalah untuk bersilaturrahmi dengan menyampaikan rencana serta menampung aspirasi warga yang berada di lokasi sebelum diadakannya putaran kedua Pilgub DKI Jakarta.

Program yang menjadi andalan Anies-Sandi adalah dengan memberikan kredit rumah tanpa uang muka atau DP Rp0. Warga Petojo sangat merespon positif program tersebut karena banyak diantara mereka yang sangat menginginkan rumah dengan program rumah DP Rp0.

Alasan pasangan ini membuat program kredit rumah murah bagi warga Ibu Kota karena hingga saat ini sebanyak 49% warga DKI tidak memiliki rumah sendiri dan dari 49% warga tersebut merupakan warga yang rentan miskin dan hidup miskin.  Program ini merupakan program pembiayaan Pemprov DKI ‎yang ingin menjamin kesejahteraan warganya tanpa terbebani  dengan DP dan cicilan rumah yang mahal, tandas Anies.

 

Lulung: Ahok Jilat Ludah Sendiri

Abraham Lunggana alias Haji Lulung

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sosok yang tidak konsisten. Pria yang akrab disapa Haji Lulung ini, melakukan penilaian terkait keputusan Ahok maju dengan jalur partai politik (parpol) untuk Pilgub DKI Jakarta 2017.

Menurut Haji Lulung, Ahok bukanlah orang yang bisa konsisten dengan pernyataan beberapa waktu lalu. Tidak hanya masalah tersebut, ketidakpercayaan kepada parpol yang sering Ahok ucapkan untuk membela Teman Ahok ternyata ditarik dengan keputusan menggunakan jalur partai politik. Padahal dulunya Ahok selalu menuduh oknum parpol banyak yang melakukan korupsi, mencaci maki, tetapi dia sendiri malah memilih jalur parpol. “Namanya apa kalau bukan menjilat ludah sendiri,” kata Lulung saat dihubungi, Kamis (28/7/2016).

Politikus PPP ini menuturkan, Ahok tidak boleh bicara sembarangan lagi karena kali ini meminta bantuan melalui jalur parpol. Ahok harus menjaga hubungan parpol yang mendukungnya terutama yang ada di DPRD, tidak lagi bicara sembarangan ke DPRD DKI apalagi ke partai pendukungnya.

Ahok memutuskan untuk menggunakan jalur partai politik dengan mengumumkan didepan tiga partai yaitu Nasdem, Hanura, dan Golkar dan Teman Ahok. Ini berati ketiga partai yang mendukung ini akan mengusung Ahok di pilgub 2017.

sumber: Okezone

Gerindra Yakin Buwas Akan Kalahkan Ahok di Pilgub 2017

pasangan-buwas-sandiaga-berpeluang-kalahkan-ahok-di-pilgub-dki-Oa1hKK4oXX

Ahok akan menghadapi lawan sepadan dalam pemilihan Pilgub 2017 nanti. Partai Gerindra mengusulkan akan mengusung Budi Waseso (Buwas) menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Saat ini Buwas menjabat sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), yang diduetkan dengan Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, pasangan Budi Waseso (Buwas)-Sandiaga Uno berpeluang besar mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta.

Alasan memasangkan Buwas dengan Sandiaga Uno, Buwas adalah sosok yang tegas dan bersih dengan leadership yang kuat. Sementara Sandiaga Uno sangat menguasai penguatan ekonomi kerakyatan. Jadi masih ada waktu dan kesempatan bagi Buwas-Sandi untuk bergerak. Bila pendekatan dan caranya tepat, bukan mustahil mereka bisa melampaui Ahok.

Ahok masih sangat dimungkinkan untuk dikalahkan dalam Pilgub DKI Jakarta. Hal tersebut diungkapkan berdasarkan hasil survei dari KedaiKOPI ( Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) yang menunjukkan elektabilitas Ahok masih di bawah 50 persen jadi masih ada kesempatan‎ untuk mengalahkan Ahok.

Partai Gerindra sengaja mencalonkan nama mantan Kabareskrim Polri itu untuk menjadi pesaing petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kerena mereka yakin akan kemampuan Buwas memimpin Jakarta. Berbekal respon masyarakat yang baik dan survei Buwas mendapat popularitas tinggi, bukan tak mungkin partai besutan Prabowo Subianto itu akan mengusung jenderal bintang tiga itu untuk menandingi Ahok.

sumber: Okezone

KPK Usut Aliran Dana Teman Ahok dan Kasus Sumber Waras

dpr-akan-bentuk-pansus-sumber-waras-b274mbrlr4

Lembaga Survei Datalyst Indonesia merilis hasil survei tentang pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Hasilnya menunjukkan, proyek di era Gubernur DKI Jakarta Ahok itu dipandang negatif oleh netizen.

Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya bakal membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Apa tujuan pembentukan Pansus ini? Karena terjadi perbedaan pendapat antara BPK dengan KPK terkait pembelian yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta itu. Menurut dia, guna mematangkan pembentukan Pansus ini, pihaknya juga akan kembali memanggil KPK dan BPK setelah Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah guna menuntaskan permasalahan pembelian lahan RS Sumber Waras yang disebut BPK merugikan negara sebesar Rp191 miliar.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa bekerja secara independen dalam mengungkap kasus terkait dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Selain masalah kasus dugaan kerugian negara dalam pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, Fadli juga meminta KPK mengungkap dugaan aliran Rp30 miliar yang masuk ke kantung Teman Ahok.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk jangan sampai mengabaikan dua kasus tersebut karena masalah ini menyangkut kerugian negara yang sangat besar. Menurut Fadli, pengungkapan KPK terhadap aliran dana ke Teman Ahok akan menunjukkan adanya transparansi dalam mengelola negara. Apalagi Ahok sendiri sudah merestui tim relawannya itu berdiri. “Maka kalau ada informasi sepeti itu harus dibuka, jangan sampai ada peraturan perundang-undangan yang dilanggar karena itu tetap saja jadi gratifikasi, apalagi kalau ada isu barter, maka ini diklarifikasi, diteliti dengan sebaiknya,” tutupnya.

sumber: Okezone